Humas IAIN Curup — Institut Agama Islam Negeri Curup menggelar Seminar Budaya Green Kampus bertajuk “ECO-Culture: Harmoni Budaya dan Lingkungan di Era Modern” dengan tema “Membangun kesadaran budaya ramah lingkungan di lingkungan kampus sebagai langkah nyata menuju masa depan yang berkelanjutan”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Harun Ar-Rasyid Perpustakaan IAIN Curup dan diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari mahasiswa penerima beasiswa KIP dan Bank Indonesia, Rabu (10/06/2026).

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor di Wakili Oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan IAIN Curup, Dr. Sakut Anshori, M.Hum. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Green Campus Dr. Paidi Gusmuliana, M.Pd., Anggota Green Campus Revi Permanasari, S.T., M.Pd., Eke Wince, S.E., serta para narasumber Wimmy Hartawan, M.Kom., seorang aktivis kebudayaan, dan Meyse Agusty yang merupakan Cultural Creative Director.

Kegiatan diawali dengan tari sambutan yang memukau dari UKM Kesenian IAIN Curup, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IAIN Curup. Suasana semakin khidmat dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Sarwinda, M.Sos., serta doa yang dipimpin oleh Wahyu Erlangga, S.I.Kom.

Dalam sambutannya, Dr. Sakut Anshori, M.Hum., mengajak seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana memperluas wawasan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Adik-adik mahasiswa, manfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, karena banyak ilmu yang akan kita dapatkan. Kesadaran budaya ramah lingkungan harus dimulai dari lingkungan kampus sebagai langkah nyata menuju masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini IAIN Curup tengah mempersiapkan transformasi kelembagaan menuju Universitas Islam Negeri (UIN).

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh pihak agar cita-cita besar kita untuk bertransformasi dari IAIN menjadi UIN dapat segera terwujud,” tambahnya.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dipandu oleh Habiburrahman, S.H.I., M.H.I. Narasumber pertama, Wimmy Hartawan, M.Kom., menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan. Sementara itu, Meyse Agusty menjelaskan bagaimana pendekatan kreatif dan budaya dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan lingkungan di era modern.

Dalam wawancara terpisah, Ketua Green Campus IAIN Curup, Dr. Paidi Gusmuliana, M.Pd., menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan berbasis nilai-nilai budaya. Kami berharap ini tidak berhenti di seminar, tetapi berlanjut dalam aksi nyata di lingkungan kampus,” ujar Dr. Paidi.

Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan serta pentingnya kolaborasi lintas elemen kampus dalam menyukseskan program Green Campus.

“Mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai green campus dalam kehidupan sehari-hari, baik di kampus maupun di lingkungan masyarakat. Keberhasilan program Green Campus tidak terlepas dari kerja sama seluruh civitas akademika. Dengan semangat kebersamaan, kita optimis dapat mewujudkan kampus yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya harmoni antara budaya dan lingkungan semakin meningkat, serta mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.

Penulis: Rahmad

Editor: Ibnu Amin

Fotografer: Afriza

Categories:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *